Selasa, 08 Mei 2012

SERI STATEGI POLITIK : Kampanye Hitam?


SERI STATEGI POLITIK

"Kampanye Hitam?"

Kampanye hitam atau black champagne adalah tindakan buruk dalam stategi pemenangan politik. Namun, dalam politik tindakan ini menjadi pilihan ketika calon dan tim pemenangan panik dengan figur lain yang lebih populer dan elektabilitasnya lebih mumpuni.

Pilihan kampanye hitam dilakukan dengan tujuan menghancurkan popularitas dan menurunkan tingkat elektabilitas dari calon yang secara survey politik menduduki posisi yang dominan atau teratas. Gunanya agar para pemilih lebih memilih calon lain atau berpindah ke lain hati dalam menambatkan pilihan politiknya.

Tapi apakah kampanye hitam dapat dihadapi bagi calon yang lagi diserang, jawabannya ya! Kampanye hitam justru harus dilihat secara politik bagi calon yang menjadi objek kampanye hitam. Nilai positif inilah yang menjadi peluang besar bagi calon yang disudutkan untuk menjadikan kampanye hitam itu sebagai sebuah serangan balik bagi calon-calon lain yang melakukan kejahatan politik tersebut.

Serangan balik itu bisa dilakukan dengan berbagai cara diantaranya, jadikan persoalan kampanye hitam ini menjadi persoalan pidana pemilu, dengan melaporkannya ke panwas pemilu dan ke kepolisian, tapi jangan lupa terus mengawasi proses ini agar ditindak lanjuti oleh mereka secara profesional dan tak memihak.

Apakah sampai disitu saja? Tentunya tidak! Bawalah isu kampanye hitam itu sebagai penarik simpati kepada pemilih, dengan menyebarkan pula kampanye tandingan yang sifatnya memberikan fakta bahwa hal itu sebagai fitnah "dan fitnah lebih kejam dari pembunuhan" dan mulailah memainkan perasaan emosional pemilih sebagai cara menarik simpatik balik untuk mendukung.

Bagaimana ketika kampanye hitam itu adalah kebenaran? caranya segera menutupi kampanye hitam itu jangan sampai tersebar meluas ataukah secara jujur menceritakan kebenaran itu sebagai salah satu penarik simpatik pemilih.

Memang butuh kecerdasan politik dalam menyikapi ataupun melakukan kampanye hitam. Sebab tindakan ini memiliki nilai positif dan negatif bagi pelaku maupun korban. Dan ini pasti ada disetiap proses demokrasi sebagai bagian dari kerja-kerja strategi politik untuk meraih kemenangan. Selamat bekerja, good luck.

Salam demokrasi
salam sukses

Tidak ada komentar: