Senin, 18 Februari 2013

Anas Versus SBY Mematikan Partai Demokrat dan Tersandera Korupsi

Perseteruan Anas Urbaningrum dan Susilo Bambang Yudoyono pada internal Partai Demokrat, tak terlepas pada elektabilitas PD yang menurun menjadi sekitar 8 %. Penurunan ini membawa pada langkah tak biasa yang dilakukan partai politik manapun, yakni Dewan Pembina alias SBY membekukan kepemimpinan Anas Urbaningrum.

Kontan saja, ini membawa angin buruk ditubuh PD secara internal berada pada konflik kepentingan, rekayasa persoalan dan konspirasi. PD tersandera pada kebijakan yang tak bisa berbuat banyak demi peningkatan elektabilitas karena sang ketua menjadi bulan-bulanan KPK. Perang kubu tak terhindarkan, antara yang tetap mempertahankan Anas dan yang menyetujui tindakan SBY.

Pertarungan ini tak terlepas dari persoalan korupsi yang melanda PD, selain Anas yang diduga terlibat pembangunan wisma atlet di Hambalang, SBY juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari berbagai kasus yang menimpa kader PD. Bahkan dugaan keterlibatan Boediono dalam skandal Bank Century, kasus Angie dan Nasaruddin semua berujung pada dugaan SBY sebagai puncak yang diduga turut memainkan berbagai persoalan korupsi di tubuh internal PD.

Anas punya kunci, bila sampai waktunya tersandera oleh KPK mungkin akan membuka jejaring korupsi ke SBY. Seperti Nazaruddin ke Anas, maka hal ini juga akan dilakukan Anas terhadap SBY. Apakah ini memungkinkan? tentu saja, karena segala persoalan korupsi kadern PD tak terlepas dari pundi-pundi dana PD menjelang 2014 dan mengamankan SBY pasca tak jadi presiden lagi.

Kepentingan mengamankan diri SBY melalui pemilihan caleg-caleg di 2014 tak terlepas dari upaya mengamankan dirinya dari berbagai skandal korupsi di tubuh internal PD. Bagaikan buah simalakama, tindakan apapun yang bakal diambil Anas maupun SBY dalam pertarungannya, tetap saja akan membawa kerugian besar bagi Anas maupun SBY, biarkan waktu menjawabnya.


Jumat, 11 Mei 2012

SERI STATEGI POLITIK : Bentuk Komunitas Politik


SERI STATEGI POLITIK

"Bentuk Komunitas Politik"

LDI - Ujung tombak dari kerja-kerja politik adalah di garis terdepan dimana pemilih berada, yakni di TPS (Tempat Pemungutan Suara). Dalam satu desa atau kelurahan biasanya terdapat 2 atau lebih TPS yang berdasarkan aturan KPU (Komisi Pemilihan Umum) maksimal setiap TPS dipenuhi pemilih 600 orang.

Jadi, strategi politik haruslah terfokus pada 600 orang ini per TPS. Untuk menggalang pemilih pada tingkatan TPS sangat dibutuhkan komunitas politik yang dibentuk pada satuan terkecil, gunanya untuk mengkonsolidasikan kekuatan dan mengarahkan pemilih pada calon yang kita gadang menduduki jabatan empuk di pemerintahan.

Komunitas politik ini bekerja disetiap TPS, menghimpun massa, membuat kelompok kecil, menjaring para pemilih, hingga mengarahkan ke TPS bagi mereka yang secara pasti mendukung calon yang diusung. Komunitas politik ini harus bekerja secara masif, mulai dengan membentuk tim, merumuskan strategi kerja, melakukan tindakan taktis hingga memiliki kemampuan mengevaluasi diri dalam bekerja.

Jika komunitas politik ini terbentuk secara rapih, sangat bisa dipastikan dulangan suara dari pemilih menjadi hal yang tidak terlalu sulit untuk diperoleh.

Selamat mencoba

Salam demokrasi
salam sukses

Kamis, 10 Mei 2012

SERI STRATEGI POLITIK : "Bagaikan Pesawat"

SERI STRATEGI POLITIK

"Bagaikan Pesawat"

LDI - Pesawat, kendaraan udara diperuntukkan untuk mengisi ruang teramat luas di langit. Jangkauannya tanpa batas dan dapat melihat segala sesuatu yang berada dibawah.

Dunia politik, terutama bagi calon kepala daerah dan tim pemenangan perlu menganalogikan diri sebagai pesawat. Mengapa? Karena pesawat memiliki kemampuan menerawang seluruh wilayah yang ingin dijangkau ataupun sekedar untuk dilewati begitu saja. Dunia politik, perlu pula penerawangan untuk melihat seluruh wilayah politik yang sedang digarap demi sebuah kemenangan.

Pemetaan wilayah garapan stategi politik untuk sebuah kemenangan sangat membutuhkan pendataan secara detail kondisi geopolitik. Kondisi itu meliputi penggambaran sebaran pemilih politik berdasarkan partai politik mereka, jangkauan popularitas calon oleh pemilih disetiap wilayah dan tentunya wilayah yang berpotensi dan tidak untuk digarap sebagai kekuatan politik.

Hasil dari pemetaan wilayah inilah, memudahkan dalam menyusun stategi politik dan penyikapan wilayah garapan yang tidak semua daerah harus disamakan pola stateginya, tapi butuh variasi dan kreatifitas yang berbeda dan baru serta identik bagi wilayah tersebut.

Daerah yang potensinya sangat kuat dukungan hanya butuh penjagaan agar suara tak berlari ke lain hati, namun bagi daerah yang potensi kurang sangat dibutuhkan kerja keras untuk membuatnya berbalik arah mendukung calon yang diusung atau dijagokan.

Bagaimana caranya? Inilah gunanya tim pemenangan lokal ditingkat terkecil suatu wilayah untuk menyusun stategi. Jadi, tim desa/kelurahan hingga rukun tetangga dan rukun warga harus pula memiliki pola kerja yang terukur dan sangat taktis serta pragmatis melihat gejolak politik di wilayahnya. Pola itulah yang diturunkan dalam kerja-kerja praksis yang dikelola secara matang untung menggaet pemilih hingga pada tingkatan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Selamat mencoba, salam sukses.

Selasa, 08 Mei 2012

Proposal Pelatihan Advokasi Politik


Add caption


PROPOSAL PELATIHAN ADVOKASI POLITIK

LDI - Advokasi politik adalah hal wajib bagi tim kampanye agar memiliki kecakapan politik dan keterampilan stategi kemenangan politik

Latar Belakang


- Perlunya Tim Pemenangan pengetahuan dan keterampilan strategi politik untuk meraih suara pemilih
- Tim Pemenangan memerlukan survey politik pembanding selain survey konsultan politik
- Membentuk manajemen sistem strategi jejaring politik dalam memudahkan meraup suara pemilih
- Membentuk kerja tim pemenangan yang masif, sistematis dan terstruktur

Model Pelatihan


Pelatihan dirancang secara sistematis dan fleksibel, dimana pelatihan ini diperuntukkan sebagai supporting
sistem bagi setiap calon politik pemilukada untuk mendukungnya dalam meraih kemenangan. Peserta pelatihan
adalah tim pemenangan yang dilatih agar memiliki kesatuan kerja dan komunikasi, selain itu memiliki langkah
taktis dalam bergerak dilapangan melakukan survey politik, membentuk jejaring politik, simpul-simpul politik,
hingga pada bagaimana menjaga suara dan memperbesar suara agar target kemenangan politik ada ditangan

Pelatihan ini sangat fleksibel dari persoalan anggaran, dengan batas peserta per setiap pelatihan 30 orang.
Anggaran yang kami patok setiap pelatihan sangat bisa diatur mengikuti kemampuan dana yang dimiliki.
Bila kemampuan dana mencukupi pelatihan akan dilaksanakan dengan menghadirkan pemateri, sarana pelatihan
hingga konsumsi yang dapat di manajemen secara baik. Namun bila dana kurang, pelatihan ini akan tetap
berlangsung dengan mutu yang sama, cuma mengalamai pengurangan kualitas pendukung pelatihan semisal
sarana dan konsumsi pelatihan.


Alat Bantu Pelatihan :
- Meta plan, - Kertas Plano, - Spidol, - Flied cart,
- LCD, - Isolasi Kertas, - Modul Pelatihan



Materi Pelatihan :
- Pengantar Advokasi Politik
- Kerja-kerja Advokasi Politik
- Tahapan Kerja Advokasi Politik
- Pemetaan Sosial Politik
- Pengorganisasian Politik
- Strategi Jejaring Politik
- Pembentukan Simpul Politik
- Survey Politik
- Merebut Suara Pemilih
- Manajemen Pemenangan Politik



Tindak Lanjut Pelatihan :
Pasca pelatihan, ada pendampingan lapangan merealisasikan rancangan kerja-kerja advokasi politik yang telah didapatkan dari pelatihan


Biaya Pelatihan 
Biaya pelatihan ini berkisar antara Rp.10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) hingga Rp. 200.000.000,-

(Dua ratus juta rupiah). Besaran biaya ini sangat menyesuaikan dengan kemampuan dari biaya yang dimiliki.


Alamat LDI - Penyelenggara
Jl. Antang Raya Perumahan Panakukang Mas II A2/3
Antang, Makassar Hp :  089602915433 / 085242752603
Fanpage FB : http://www.facebook.com/LDIkonsultanpolitik


Kontak Panitia :
Hp :   089602915433
085242752603
NB : Dapat dikontak setiap saat



Support System :
Al Haq Institute dan LPPHN Indonesia







SERI STRATEGI POLITIK : Hindari Money Politic

SERI STRATEGI POLITIK

"Hindari Money Politic"

LDI - Money politic atau politik uang adalah tindakan politik negatif. Politik yang dibangun dengan pikiran pendek dan frustasi dengan kerja-kerja stategi politik yang butuh kesabaran dan ketekunan. Dan tentunya politik uang dilakukan politikus yang miskin popularitas dan pencitraan, sehingga metode tersebut digunakan untuk mendongkrak secara instant elektabilitas di grass root.

Namun, politik uang bisa berdampak negatif bagi calon. Dampak itu sangat terasa dengan besarnya biaya yang harus digunakan, bisa menghabiskan hingga milyaran rupiah dalam sekali gerakan politik uang. Dan buruknya lagi, kampanye uang ini tidak efektif dilakukan dengan satu kali serbuan kepada pemilih, tapi harus dilakukan beberapa kali untuk menarik simpatik pemilih - simpatik uang maksudnya.

Buruknya lagi, ini bisa menjadi boomerang yang buruk. Karena bisa jadi ada calon lain yang juga melakukan hal yang sama, bila itu terjadi walaupun anda melakukannya dan setelah itu disusul oleh gerakan sama oleh calon lain maka secara otomatis uang anda terbakar percuma karena segera ditutupi dengan pencitraan uang oleh yang lain. Bila sudah seperti itu, maka strategi yang dilakukan pasti akan melakukan lagi politik uang untuk menutupi tindakan lawan itu tadi. Sampai kapan harus melakukan hal itu!

Politik uang pun ini menjadi tidak cerdas ditengah pemilih cerdas. Bisa jadi uang andai diambilnya tapi belum ada jaminan memilih anda, atau lebih buruk lagi uang anda tidak diambilnya dan anda dicitrakan buruk dan disebar kepada pemilih lain bahwa anda melakukan kejahatan pemilu. Maukah hal ini terjadi?

Sekali anda terjebak pada perilaku politik uang, maka jurang politik uang akan menarik anda lebih dalam ke dasar jurang yang lebih dalam dan gelap. Untung kalau anda dapat keluar dan kalau tidak, anda akan terjatuh dan tertimpa tangga pula. Sebuah nasib naas dari perilaku politik uang yang sangat menyesatkan.

Lebih berguna, bila dana politik uang itu anda gunakan secara cerdas untuk membiayai kampanye dan strategi politik yang efektif dan efisien yang telah anda rancang secara matang. Selamat mencoba, good luck.

Salam demokrasi
Salam sukses

SERI STATEGI POLITIK : Kampanye Hitam?


SERI STATEGI POLITIK

"Kampanye Hitam?"

Kampanye hitam atau black champagne adalah tindakan buruk dalam stategi pemenangan politik. Namun, dalam politik tindakan ini menjadi pilihan ketika calon dan tim pemenangan panik dengan figur lain yang lebih populer dan elektabilitasnya lebih mumpuni.

Pilihan kampanye hitam dilakukan dengan tujuan menghancurkan popularitas dan menurunkan tingkat elektabilitas dari calon yang secara survey politik menduduki posisi yang dominan atau teratas. Gunanya agar para pemilih lebih memilih calon lain atau berpindah ke lain hati dalam menambatkan pilihan politiknya.

Tapi apakah kampanye hitam dapat dihadapi bagi calon yang lagi diserang, jawabannya ya! Kampanye hitam justru harus dilihat secara politik bagi calon yang menjadi objek kampanye hitam. Nilai positif inilah yang menjadi peluang besar bagi calon yang disudutkan untuk menjadikan kampanye hitam itu sebagai sebuah serangan balik bagi calon-calon lain yang melakukan kejahatan politik tersebut.

Serangan balik itu bisa dilakukan dengan berbagai cara diantaranya, jadikan persoalan kampanye hitam ini menjadi persoalan pidana pemilu, dengan melaporkannya ke panwas pemilu dan ke kepolisian, tapi jangan lupa terus mengawasi proses ini agar ditindak lanjuti oleh mereka secara profesional dan tak memihak.

Apakah sampai disitu saja? Tentunya tidak! Bawalah isu kampanye hitam itu sebagai penarik simpati kepada pemilih, dengan menyebarkan pula kampanye tandingan yang sifatnya memberikan fakta bahwa hal itu sebagai fitnah "dan fitnah lebih kejam dari pembunuhan" dan mulailah memainkan perasaan emosional pemilih sebagai cara menarik simpatik balik untuk mendukung.

Bagaimana ketika kampanye hitam itu adalah kebenaran? caranya segera menutupi kampanye hitam itu jangan sampai tersebar meluas ataukah secara jujur menceritakan kebenaran itu sebagai salah satu penarik simpatik pemilih.

Memang butuh kecerdasan politik dalam menyikapi ataupun melakukan kampanye hitam. Sebab tindakan ini memiliki nilai positif dan negatif bagi pelaku maupun korban. Dan ini pasti ada disetiap proses demokrasi sebagai bagian dari kerja-kerja strategi politik untuk meraih kemenangan. Selamat bekerja, good luck.

Salam demokrasi
salam sukses

SERI STRATEGI POLITIK : Menggunakan Agama sebagai Pencitraan dan Dukungan Politik


SERI STRATEGI POLITIK

"Menggunakan Agama sebagai Pencitraan dan Dukungan"

LDI - Agama, bagi politik adalah komoditi yang segar untuk digarap sebagai bagian kerja-kerja strategi politik. Dengan agama, seluruh pengikutnya akan secara otomatis terbawa, baik secara aktif maupun pasif dalam kegiatan keagamaan yang dicantolkan.

Namun perlu dijaga, bahwa sensifitas agama juga masih rentan. Menggabungkan kerja politik kedalam kemasan keagamaan perlu kehati-hatian dan kecermatan, salah langkah bisa berakibat fatal.

Tapi dengan merangkul kekuatan agama, maka politik akan lebih banyak dan cepat merangkul suara pemilih di kantong-kantong suara yang diyakini mampu mendongkrak dukungan di TPS (tempat pemungutan suara) nantinya.

selamat mencoba
salam sukses